fbpx

Cikaracak Ninggang Batu

Cikaracak ninggang batu laun laun jadi dekok, sebuah peribahasa Sunda secara bahasa Indonesia terjemahannya adalah air menetes mengenai batu, lama-kelamaan jadi berlubang batunya. Makna peribahasa ini artinya usaha yang dilakukan secara terus menerus, lama-kelamaan pasti akan membuahkan hasil.

Coba kita bayangkan ada sebuah batu besar yang terus menerus ditimpa air pada satu titik lalu kemudian berlubang. Bukankah luar biasa makna keistiqamahan, fokus perjuangan sebuah air yang bahkan tak mampu menopang dirinya sendiri. Namun fakta membuktikan bahwa kekuatan batu kemudian luluh dengan kelemahan air yang fokus dan istiqamah.

Kalau mau melihat lebih dalam lagi, bayangkan usahanya dari tiap tetes. Tetes pertama yang terlihat malah sebaliknya, air tercerai berai berhadapan dengan batu. Tetes kedua pun demikian, namun tak menghalangi batu untuk terus menetes ditempat yang sama. Namun air tak pernah merasa telah melakukan hal yang sia-sia.

Sampai pada akhirnya, mungkin tetesan ke seribu, seratus ribu atau bahkan tetesan ke sejuta di tempat yang sama akhirnya mulai membuat batu kalah. Batu pun mulai retak, rapuh dan kemudian berlubang.

Begitu juga dengan hafalan Al Quran 30 Juz. Sengaja dituliskan agar kita fokus ke 30 Juz. Mungkin saja kita sulit menghafalkan suatu ayat, mengulang pertama tak nampak hasil, kedua juga belum terbayang, ketiga bahkan kadang menjadi hilang. Tapi, tak ada sia-sia dalam usaha itu. Kita hanya perlu terus mengulang dan mengulang.

Bisa jadi setelah hafal pun kita sering terlupa. Hafal satu surat, hilang surat sebelumnya. Hafal satu Juz, hilang Juz sebelumnya. Bahkan hafal satu ayat, hilang ayat sebelumnya. Apakah salah? Tentu tidak, karena lupa adalah kodrat manusia. Salahnya adalah, setelah lupa tak mau mengulang.

http://bit.ly/B2JQuran

Bapak/Ibu yang Allah Muliakan. Menghafal Al Quran dan mengulang hafalan adalah aktivitas yang harus dilakukan bersamaan. Karena itulah, Hadits yang ada menggambarkan tentang pahala yang didapatkan dari tiap huruf yang dibaca. Satu huruf yang dibaca bernilai 10 kebaikan.

Maka, sering saya sampaikan dalam training Metode TES, semakin sering lupa seharusnya makin bahagia. Karena sering lupa berarti membuka kesempatan membaca lagi. Semakin lupa, semakin sering baca, lupa lagi, baca lagi, semakin banyak deh pahalanya.

Cikaracak ninggang batu laun laun jadi dekok

Peribahasa ini harusnya mengajarkan kita untuk tak mudah putus asa bersama Al Quran. Karena putus asa bukan merupakan sifat orang mukmin. Kita harus selalu optimis, karena Allah sudah Mudahkan Al Quran buat kita.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
(QS Al Qamar : 17)

-Bang Jemmi-
(Founder Metode TES)