30 Hari Hafal Juz 30

30 Hari Hafal Juz 30

Ramadhan udah punya rencana apa? Kalau belum, tamatkan hafalan Juz 30 yuk.
[ ] cara sederhana
[ ] tak menganggu WFH atau SFH
[ ] bisa diikuti siapa saja asal bisa baca Al Quran
[ ] dapat sertifikat online
[ ] pengalaman kelola ribuan siswa
[ ] bisa digunakan usia 10 – 70 tahun

Ikuti Tahfizh Online Metode TES Reborn cuma bermodalkan kuota internet.
[ ] pendampingan tilawah 2-10 Juz/hari
[ ] lengkap dengan kurikulum Murajaah
[ ] setoran 3x sepekan
[ ] 1 kelompok = 20 orang

Selain itu, peserta akan mendapatkan

  1. Ebook Quantum Tilawah seharga Rp 60 ribu
  2. Coaching di grup selama 30 hari
  3. Rekap grafik evaluasi Tilawah satu bulan

Kelas dilakukan dengan kombinasi
• Chat grup
• Voice note
• Video call

Investasi program Tahfizh 30 Hari Hafal Juz 30 hanya Rp 149.900 yang bisa dibayarkan ke

Mandiri No 1300016226931
BNI No 0148223394
BSM No 7127125052

a.n Jemmi Gumilar

Kirimkan bukti transfer ke :
wa.me/6287823862452

KULWAP (KULIAH WHATSAPP) BISA TILAWAH 2-10 JUZ PER HARI #BATCH32

KulWap Bisa Tilawah 2-10 Juz per Hari

Batch 32

Alhamdulillah, kini orang sibuk bisa Tilawah 2-10 Juz per Hari dengan Quantum Tilawah Metode TES.

Setelah berhasil diaplikasikan oleh 10.000 an orang di seluruh Indonesia, kini Quantum Tilawah hadir melalui Kuliah Whatsapp (KulWap).

Apa saja yg didapat dari Kulwa ini?

  1. Training Online
  2. Ebook Quantum Tilawah seharga Rp 60 ribu
  3. Coaching di grup selama 30 hari
  4. Rekap grafik evaluasi Tilawah satu bulan

Peserta dibatasi hanya 250 peserta dan Pendaftaran KulWap ini hanya 4 hari dari 8 s.d 11 April 2020 s.d jam 22.00WIB.

KulWap akan dilaksanakan hari Ahad 12 April 2020 Jam 09.00-11.00 WIB

Investasi Rp.50.000,-
Silahkan transfer ke Rekening :

Mandiri No 1300016226931
BNI No 0148223394
BSM No 7127125052

a.n Jemmi Gumilar

Kirimkan bukti transfer ke :
wa.me/6282144506283

COVID-19 & KITA ~Bentengi Diri dari Aroma Negatif Covid-19

Sudah memasuki Minggu ke-4 karantina di rumah. Sekolah di rumah, bekerja di rumah, ibadah di rumah, dan segala aktivitas yang biasa dilakukan di luar dibatasi demi kemaslahatan bersama. #stayathome.

Berawal dari wabah yang berasal dari kota Wuhan, China yang saat ini sudah merebak sampai hampir ke seluruh dunia, menimbulkan banyak dampak. Corona Virus atau disebut juga Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan ini sudah menjadi pendemik global. Karena perkembangan biakan dan penularannya yang sangat cepat, menyebabkan setiap orang diwajibkan lebih menjaga kebersihan, termasuk menjaga jarak dan tidak melakukan perkumpulan dengan orang banyak. Oleh karenanya diberlakukan #stayathome guna memutus rantai penyebaran virus.

Banyak  asumsi yang berdatangan, positif-negatif efek dari #stayathome ini semakin terasa oleh beberapa kalangan. Anak-anak sudah mulai bosan belajar di rumah, para pekerja WFH (work from home) sudah mulai  merasa tidak kondusif dengan dibatasinya komunikasi secara langsung. Para orang tua sudah mulai resah karena tugas anak yang tidak kunjung selesai, mengingat belajar di rumah tidak seefektif belajar di sekolah. Mahasiswa sudah mulai kelimpungan dengan tugas yang tak kunjung padam, kuota yang semakin menipis, dan keresahan praktikum hingga sidang yang dibuat online. Semua serba dibatasi. Keluh kesah sudah banyak tercurah, gundah dan resah sudah banyak dituangkan. Para pengusaha sudah kebingungan mencari cara agar omset tetap jalan, namun karyawan tetap selamat. Semuanya terkena dampak.

Namun pernahkah kita berpikir, bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang tidak sekolah? Saudara-saudara kita yang tidak memiliki pekerjaan? Atau bahkan saudara-saudara kita yang tidak memiliki tempat tinggal? Situasi seperti ini sudah bukan hanya menjadi keresahan bagi mereka, tapi sudah lebih dari rasa sulit selama ini. Tukang parkir yang biasanya banyak pemasukan, sekarang hening bagai kota tanpa kendaraan. Pedagang kecil yang tadinya ramai oleh anak sekolahan, sekarang sepi mencari pembeli. Para pedagang di pasar, yang biasanya ramai sampai sore dan malam, kini harus segera bergegas menutup kedainya hanya sampai waktu yang telah ditentukan. Semuanya terkena dampak adanya wabah ini.

Setiap hari informasi bertebaran baik di media sosial maupun di masyarakat. Menyaring informasi menjadi sangat penting, mengingat pada situasi dan kondisi saat ini keadaan psikologis seseorang menjadi sangat rentan menurun. Padahal sistem perlawanan virus yang paling utama adalah imunitas atau daya tahan tubuh yang baik, dan daya tahan tubuh yang baik dipengaruhi oleh pola hidup dan pola fikir yang sehat.

Meski terasa sangat banyak memberikan dampak negatif, sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu pasti memiliki maksud dan tujuan, bahkan makhluk dengan kasat mata seperti virus sekalipun. Allah tidak menciptakan semua itu dengan sia-sia.

 وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

 Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir; maka celakalah orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk neraka. [Shâd/38:27].

Adapun akibat dari adanya wabah ini merupakan suatu ujian, hikmah, dan siksaan bagi orang-orang yang Allah kehendaki.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wabah tha’un (suatu jenis penyakit menular yang mematikan). Beliau memberitahukan kepadaku, bahwa itu merupakan siksaan yang Allâh kirimkan kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan Allâh menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada seorangpun yang tertimpa penyakit tha’un, lalu ia tinggal di kotanya dengan sabar, mengharapkan pahala Allâh serta ia mengetahui bahwa ia tidak tertimpa sesuatu kecuali apa yang telah Allâh tulis (takdirkan) baginya, kecuali orang itu akan mendapatkan semisal pahala syahid”. [HR al-Bukhâri, no. 3474].

Anjuran untuk tetap bersabar, bertawakal dan terus memohon ampun, perlindungan serta memuji segala keagungan Allah merupakan sebuah keharusan. Menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang positif, menuruti nasihan dan anjuran para ahli medis dan pemerintah, juga  merupakan upaya yang harus diterapkan demi memutus rantai virus ini.

Agar kegiatan #stayathome dapat penuh dengan hikmah dan mampu mendekatkan diri kita kepada Allah, berikut beberapa tips menjaga imunitas lahir & batin ala Bang Jemmi :

  • Tilawah 10 menit/120 menit
  • Cuci tangan tiap 120 menit
  • Rutin minum air hangat
  • Istighfar 2 menit/120 menit
  • Konsumsi Vit. C dan Vit. E
  • Berjemur
  • Berdo’a setiap selesai tilawah
  • Kurangi baca medsos yang serem
  • Hafalkan Al-Qur’an 30 menit/hari

Tetap waspada dimanapun berada,  jaga kesehatan, jaga imunitas, dan jaga iman!

Semoga bermanfaat..