Guru Gamers

Guru Gamers

Gambar. Pertemuan rutin pengurus dan staf Yayasan Indonesia Khatam

Bismillah,
Dengan berat hati kusampaikan tulisan ini untukmu para pendidik generasi. Karena cetakan pemimpin Indonesia 15-20 tahun kemudian ada di tangan Anda.

Cerita bermula saat Kepsek di SD Tahfizh Metode TES (Lulus SD Hafal 30 Juz) ingin melakukan rekruitmen guru baru untuk tahun ajaran 2019/20. Lazimnya sebuah rekruitmen, persyaratan pun diberikan sebagai seleksi awal.

Ada 3 persyaratan utama yang harus ada pada semua lembaga Metode TES (Yayasan Indonesia Khatam) baik di Rumah Tahfizh TES, TK-SMP Tahfizh Metode TES, Karantina dan Training Metode TES yaitu :

  1. Tidak boleh merokok
  2. Tidak boleh pacaran
  3. Tidak boleh main game
    Dan untuk ke-3 kasus ini bisa berdampak bahkan pada pemecatan.

Seharusnya wajar-wajar saja kalau setiap lembaga memiliki persyaratan khusus. Karena setiap lembaga punya tujuan-tujuan khusus yang memperkuat lembaganya. Apalagi, Metode TES adalah lembaga dakwah yang mencoba memperbaiki generasi bangsa ini melalui Al Quran. Persyaratannya harus lebih tegas lagi.

Kenyataannya, lembaga ini sudah beberapa kali menegur keras pengajar yang melanggar salah satu dari 3 aturan di atas. Mudah-mudahan ini menjadi sarana perbaikan internal dari kami.

Kembali ke kisah tadi, saat Kepsek menyebarkan informasi lowongan di grup khusus, ternyata ada yang komentar dengan sarkas berkaitan dg syarat Tidak boleh main game. Bahkan dari 6 orang, 5 diantaranya komen dengan sarkas. Seakan ga ridho kalau syarat ketiga itu ada.

Coba Anda bayangkan, kalau syarat ketiga itu tidak ada. Kemudian kita dapatkan guru yang kebetulan Gamers. Lalu mereka main game sambil jaga ujian. Belum lagi sampai tukeran game dengan siswanya. Kira-kira gimana generasi yang dicetaknya?

Generasi tanpa empati
Generasi mudah menyerah
Generasi dunia maya
Generasi tak kenal disiplin

Dan gambaran buruk tentang generasi bangsa ini. Saya ga bisa bayangkan kalau yang komen sarkas tadi adalah para guru. Sehingga guru Gamers ini menularkan dengan mudah kebiasaan buruknya ini.

Dengan berat hati kusampaikan tulisan ini untukmu para pendidik generasi. Karena cetakan pemimpin Indonesia 15-20 tahun kemudian ada di tangan Anda.

-Bang Jemmi-
Founder Metode TES