MUDAH! BIKIN RUMAH TAHFIDZ TES

Rumah Tahfidz TES merupakan sarana menghafal Al Quran 30 Juz untuk Siswa-siswi yang tidak berkesempatan ikut Pesantren. Rumah Tahfidz TES menggunakan Metode TES yang sederhana dan terbukti membantu orang-orang sibuk mewujudkan mimpinya hafal Al Quran

Rumah Tahfidz TES bisa berbentuk rumah biasa yang kita tinggali, atau program di sekolah, kantor atau juga bisa di Masjid yang berfungsi sebagai tempat Halaqah Tahfidz Al Quran dengan menggunakan Metode TES.

Rumah Tahfidz TES di desain dengan kurikulum yang sederhana untuk mewujudkan Hafal 30 Juz dalam waktu 5-6 Tahun saja. Dengan pertemuan hanya 3x dalam sepekan, masing-masing hanya 120 menit, daaaaaan TIDAK ada PR menghafal di rumah, Insya Allah program di Rumah Tahfidz TES akan disukai oleh putra putri kita.

Tidak Bisa Diremehkan
Meski demikian, pencapaian Rumah Tahfidz TES sudah Luar Biasa. Sebagai program yang baru berjalan 3 tahun, kini Siswa-siswi RTT (sebutan Rumah Tahfidz TES) sudah berjumlah 3.600 orang. Sudah gitu, tersebar di berbagai Kota seperti Kab. Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Klaten, Jakarta hingga ke Pekanbaru. Bahkan, program ini sudah diikuti oleh peserta dari usia 2,5 – 75 tahun loh. Mantap jiwa.

Lalu dengan pencapaian ini, apakah sulitkah membuka Rumah Tahfidz TES? Oh tentu tidak. Cukup dengan 4 langkah mudah ini.

1. Kumpulkan 15-20 siswa
2. Pertemuan dengan Ortu Calon siswa
3. Tentukan jadwal dan biaya
4. Mulai deh

Siswa-siswinya tidak harus bisa baca Al Quran, yang belum kenal huruf pun bisa ikut program ini. Alhamdulillah, kita sudah wisuda 5 kali. Terakhir kemarin (4 Maret 2018) mewisuda 840 Siswa-siswi dari yang Hafal Juz 30 sampai yang hafal 17 Juz.

Termasuk di dalamnya mewisuda 12 peserta Karantina Tahfidz Metode TES yang Angkatan 1 yang selesai 30 Juz dalam 50 hari

Nah bagi Bapak/Ibu yang tertarik, bisa segera ke kantor Metode TES.
Jl Raya Banjaran No 232, Baleendah, Kab. Bandung. Ruko Komplek Griya Prima Asri No 2
Telp (022) – 85938316
WA 081320565197

Nb :
Kalau Bapak/Ibu gak tertarik, bantu sebar aja. Mudah-mudahan jadi amal jariah

Sekian dari saya
@bangjemmigumilar

DIMANAKAH AKU NANTI

Malam-malam di Bandara Adisucipto Yogyakarta terlihat sibuk. Ratusan orang menunggu datangnya kabar dari petugas, kapankah pesawatnya datang.

Ratusan orang dengan ratusan ekspresi, entah apa yang ada dalam fikirannya. Mungkin lelah, atau terburu-buru, atau hal-hal lain yang kadang tersirat dari wajahnya.

Akan kah begitu nanti di padang mahsyar? Ketika milyaran manusia berkumpul dan menunggu datangnya keputusan. Apakah surga atau neraka?

Lalu, dimanakah aku saat itu? Menunggu dengan harap-harap cemas?

Wahai diri hisablah dirimu, dan segera bersihkan dosamu..

@bangjemmigumilar

AKU MAH BARHO

Bagi orang Sunda, mungkin ga aneh dengan istilah “barho” (bubar poho/ bubar lupa). Istilah ini artinya adalah setelah bubar acara, lalu lupa semua yang telah dipelajari atau dihafal. Kemarin, istilah ini muncul lagi saat saya akan memberikan materi awal dalam rangka pembukaan Rumah Tahfidz TES untuk kelompok Guru di salah satu SMP Negeri di Bandung.

Istilah ini secara tidak langsung ingin mengatakan ketidaksanggupan peserta mengikuti progam tahfizh Al Quran, meskipun dalam hatinya masih ada keinginan untuk menghafal Al Quran. Karena itu, saya pun menyampaikan persepsi dasar menghafal Al Quran yang akan menguatkan peserta untuk terus berada dalam program menghafal Al Quran di Rumah Tahfizh yang menggunakan Metode TES ini. Persepsi dasar yang sudah digunakan oleh alumni Metode TES dan juga secara detail digambarkan dalam buku kedua saya.

Persepsi dasar itu adalah :

  1. Menghafal Al Quran adalah masalah interaksi

Apakah Anda tahu ayat kursi? Salah satu ayat yang ada di surah Al Baqarah ini merupakan ayat yang populer di tengah masyarakat dan tentunya hafal. Hampir tidak ada orang dewasa yang tidak mengenal ayat ini apalagi tidak hafal.

Ayat kursi yang juga ada dalam surat Al Baqarah ayat 255 ini termasuk ayat yang panjang jika dibandingkan dengan ayat sebelumnya. Ayat 255 berjumlah hampir 5 baris, sedangkan ayat 254 hanya 2 baris. Akan tetapi, kalau saya tanya mana yang hafal, kemungkinan besar jawabannya adalah 255 lebih hafal dari 254. Kenapa bisa. Karena sering dibaca bukan?

Jadi menghafal itu adalah masalah interaksi, sering ketemu, sering dibaca, maka akan mudah hafal. Gak percaya? Coba aja surah Al Baqarah 6 – 10, insya Allah mudah dihafalkan.

  1. Kebaikan itu dari setiap huruf yang dibaca

Persepsi kedua ini mungkin sudah sangat sering saya ingatkan, khususnya dikala peserta mulai kehilangan orientasi hafalan. Dalam menghafal Al Quran, seharusnya orientasi utama kita bukan hafal, tapi bagaimana bisa membaca setiap huruf Al Quran secara lebih banyak. Karena pahala yang kan kita dapatkan itu dari setiap huruf yang dibaca. Saya ulangi, karena pahala yang kan kita dapatkan itu dari setiap huruf yang dibaca . Karena sesuai dengan poin 1, semakin sering baca akan semakin mudah hafal.

Analoginya adalah, kalau ada dua orang sebutlah A dan B sedang menghafal Surah An Naba ayat 1 – 3 yang berjumlah 39 huruf. Si A mampu hafal 3 (tiga) ayat tersebut dengan hanya mengulang 5 kali, sedangkan si B membutuhkan pengulangan 20 kali untuk bisa hafal. Menurut Anda, mana pahalanya yang paling banyak berdasarkan hadits bahwa setiap huruf yang dibaca berarti satu kebaikan dan dilipatgandakan sepuluh kali? Pasti si B yang membutuhkan pengulangan 20 kali yang lebih banyak pahalanya.

Senada dengan itu, maka ketika kita sudah hafal kemudian lupa, maka sebenarnya kita sedang diberikan kesempatan untuk membaca lebih banyak lagi huruf.

  1. Manusia tempatnya lupa

Saat menghafal, terkadang kita lupa sifat dasar manusia yang Rasulullah SAW gambarkan, tempat lupa dan salah. Kita terlalu merasa sempurna dengan melupakan sifat dasar ini sehingga ketika hafal lalu lupa seakan timbul perasaan bahwa ia tak mungkin bisa menghafal Al Quran. Padahal, pada pembahasan sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa usia 80 tahun pun masih bisa menghafal yang bahkan hanya membutuhkan 5 tahun untuk hafal 30 Juz.

Akan tetapi, bukan berarti harus pasrah dengan keadaan. Saat lupa, tinggal ulang hafalannya, dan itu baik untuk kita. Seperti bahasan di poin dua di atas. Jadi hafalkan, saat lupa, maka ulang hafalkan dan seterusnya.

Mudah-mudahan dengan tiga alasan ini, kita takkan takut mulai menghafal, takkan takut lupa. Karena menghafal berarti banyak membaca huruf. Karena lupa berarti kesempatan untuk lebih dan lebih banyak lagi huruf yang dibaca.

-Bang Jemmi-

WA : 085794712555

IG : @bangjemmigumilar

 

Pesan Sponsor :

Dapatkan pembahasan lengkap Metode TES di Buku

“Metode TES, Ketika Tilawah dan Tahfizh Menyatu”

Pesan ke 081320565197 (Robi)

TILAWAH ITU REZEKI, MAKA….

Tahukah Anda ?

Tilawah itu rezeki dari Allah SWT

Dan karakter rezeki itu, bisa jadi :

1. Allah belum memberikannya

2. Kita belum berusaha mengambilnya

Begitu juga orang-orang yang belum bisa tilawah sebulan khatam. Apapun dalihnya, bisa jadi orang tersebut masuk dalam golongan :

1. Orang yang tidak diberi Allah rezeki tilawah
Tidak diberi karena dosa yang banyak, sebagaimana Allah berikan rezki kepada orang yang taqwa

2. Dia tidak berusaha mengambilnya
Tidak berusaha dengan dalih kesibukan, dalih waktu luang. Nyatanya, saat tidak sibuk juga sulit tilawah.

So…… hindari mencari alasan. Karena itu menunjukkan sebenarnya diri Kita.

Allahummarzuqna tilawatil qur’an ana allail wa athra annahaar

-Bang Jemmi-

MENUNGGU 4 MENIT

Bagaimana jika pertanyaan : “Apa yang akan Anda lakukan kalau ternyata Anda harus menunggu selama 4 menit?” disebar ke akun facebook, twitter, BBM grup dan media social lainnya yang Anda miliki. Tentu jawaban beragam tentu akan Anda dapatkan. Mungkin akan ada yang menjawab

– Saya tidak melakukan apa-apa, kan cuma 4 menit

– Saya BBM-an ria aja ngalor ngidul

– Saya berdzikir

– Bengong

– Kesal, karena jadwal jadi ngaret

– dan aktivitas lainnya

Namun pertanyaan mendasarnya, berapa persen kira-kira yang mengisi 4 menit dengan kebaikan?

a. < 50%

b. > 50%

Sungguh sangat ironis ketika pilihan A justru terjadi dikalangan masyarakat muslim. Padahal Allah SWT telah menurunkan Al Qur’an kepada mereka sebagai bacaan yang berpahala, mahir ataupun terbata-bata.

“Orangyang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempatdi dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkanorang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegundan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.”

(HR. Bukhari danMuslim)

Bahkan, terkadang ada orang yang suka menyepelekan aktivitas membaca Al Qur’an ini dengan alasan apa yang bisa dibaca dalam 4 menit? atau pertanyaan lanjutannya Bagaimana saya bisa khusu’ dalam 4 menit?

Untuk dua pertanyaan ini, kami akan jawab dengan persepsi pribadi kami sebagai seorang muslim.


Apa yang bisa dibaca dalam 4 menit?

Ketahuilah rata-rata kecepatan kita membaca Al Quran adalah 4 menit untuk 1 lembar (Mushaf Utsman). Hal ini berarti dalam 4 menit, kita mampu membaca 30 baris yang masing-masing baris bisa berisi 35 – 45 huruf. Artinya, ada 350 – 450 kebaikan x 30 baris = 10.500 – 13.500 kebaikan.

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.”

(HR. Imam Termidzi)

Bagaimana bisa kita meninggalkan 10.500 – 13.500 kebaikan dari Allah SWT?

Untuk pertanyaan kedua

Bagaimana saya bisa khusu’ dalam 4 menit?

Lihat konteks hadits di atas, yg kami copy paste di bawah ini

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempatdi dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkanorang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegundan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.”Ada dua golongan orang yang disebut di atas :

1. Mahir membaca Al Quran ==> ganjarannya mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik

2. Tidak mahir ==> mendapat dua pahala

yang menarik adalah, tidak mahir mebaca Al Quran oleh Rasulullah SAW di deskripsikan dengan membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar). Hal ini berarti, jangankan untuk khusu’, untuk membaca saja sulit. Lantas dimana khusu’ nya?

Soo… jangan pernah remehkan waktu menunggu meski cuma 4 menit, 2 menit atau bahkan 1 menit. Lakukan tilawah quran dengan Rumus kedua : AM2 (Anti Malu dan Menunda)

-Bang Jemmi-

RESENSI BUKU METODE TES

Buku Metode TES, Ketika Tilawah dan Tahfidz Menyatu merupakan salah satu buku yang ditulis oleh Jemmi Gumilar, ST atau biasa dipanggil dengan Bang Jemmi. Buku ini diterbitkan oleh Bang Jemm Publishing House pada April 2017. Selain itu, Bang Jemmi telah menulis dua buku yaitu Quantum Tilawah Metode TES dan Tahfidz Lima Juz Selama Ramadhan (dalam bentuk ebook) yang sudah tersebar ke 2 Negara dan 2 Benua.

Sebagaimana buku-buku lainnya, dalam buku ini Bang Jemmi masih menggunakan Metode TES dalam memaparkan metode Tilawah dan Tahfidz Al Quran. Metode TES sendiri merupakan metode yang ditemukan oleh Bang Jemmi pada 2013 untuk memperbaiki interaksi kita dengan Al Quran dalam bentuk tilawah, tahfidz dan murajaah. Orang-orang yang mengaplikasikan Metode TES ini alhamdulillah mampu meningkatkan tilawah dan tahfidz Al Quran hingga 600% tanpa perlu mengganggu aktivitas. 

Buku Metode TES ini disusun setelah materinya diaplikasikan pada :

1. Training Quantum Tilawah Metode TES yang telah diikuti oleh 2.000 an peserta dari Indonesia, Malaysia, Jepang, USA, Kanada dan Australia.
👉🏻 Hasilnya tilawah 2-10 Juz/ hari TANPA Berhenti Kerja

2. Rumah Tahfidz TES, yang saat ini berjumlah 115 kelompok, ± 2.129 peserta.
👉🏻 Hasilnya, 2,5 tahun ada yang hafal 11 Juz

3. SD Tahfidz Metode TES, saat ini sudah ada 23 siswa dan berjalan 8 bulan.
👉🏻 Hasilnya, sudah hafal Juz 30 plus 1/3 Juz 29 dan 5 orang baca Al Quran secara lancar.

4. Mega Training Metode TES, Hafal 1/2 Juz selama 3 hari dan telah diikuti oleh peserta dari Jawa Barat, Riau dan Sumatera Barat

5. Workshop Metode TES, Hafal 30 Juz TANPA Berhenti Kerja telah diikuti 100 an peserta
👉🏻 Hasilnya rata2 mampu tilawah 1 Juz dan hafal 1/2 halaman SELAMA 4 jam pelatihan (materi 2,5 jam)

Buku Metode TES ini bukan sekedar wawasan, tapi buku yang bisa dan harus diaplikasikan. Karena ia disusun berdasarkan pengalaman lapangan dan materi-materi Training Metode TES selama 3,5 tahun.

☀ Ada yang bisa tilawah 2-10 Juz per hari meskipun sibuk kerja.

☀ Ada ibu-ibu 75 tahun yang hafal 3 halaman dalam 8 jam

☀ Dan ada yang hafal 1/2 Juz hanya dalam 16 Jam

Dengan desain Hard Cover, buku ini terlihat lebih mewah ketika pertama kali kita memegangnya. Belum lagi kertas di dalamnya yang terbuat dari art paper (glossy) membuat buku ini terlihat lebih exclusive. Dan yang paling penting, penggunaan hard cover dan art paper ini mampu membuat buku ini dapat digunakan lebih lama dari biasanya.

Info dan pembelian hubungi Robi (081320565197)

-Bang Jemmi-
WA : 085794712555
IG : @bangjemmigumilar